yang sudah berlalu

Menanggapi hasil pemilu 2009

April 13, 2009 · & Komentar

Mungkin ada yang seneng (karena partai dukungan dia menang), ada yang sedih (karena partai dia kalah), dan yang paling sedih tentunya caleg yang gak kepilih (ntar sedihnya pas hasil akhir diumumkan). Saya sendiri, sedih. Karena pemilu sekarang saya lihat pemilu yang paling rumit dalam riwayat pemilu yang saya alami.

Saya melihatnya pemilu sekarang pemilu yang paling boros. Gak peka terhadap krisis. Bayangkan pemerintah boros ngiklan, hampir semua departemen ngiklan (entah buat siapa itu). Parpol ngiklan, juga dengan biaya yang gak sedikit. Coba kalau uang itu dimanfaatkan ke sektor real, tentu lebih bermanfaat.

Mending mana coba, iklan sekolah gratis yang entah apa itu tujuannya, dengan membangun sekolah yang udah hampir roboh? Mending mana iklan koperasi (yang sampai berapa mentri coba yang ikutan iklan), dengan menambah modal koperasi petani misalnya.

Sekarang semua ngiklan demi pencitraan. Saya tidak menunjuk ke Pak SBY ya, kalau Anda menyimpulkan demikian sih terserah. Tapi intinya pemilu sekarang boros! Dan boros itu mendekati mubazir, sia-sia kalau dalam bahasa umumnya. Silahkan artikan sendiri, kira-kira yang suka membuat hal-hal yang mubazir itu mengikuti pekerjaannya siapa coba?

Dosa KPU!

KPU masih punya dosa soal DPT. Dan itu dosa besar, jangan dianggap remeh. Anda semua harus minta maaf sama pemilih yang kehilangan haknya karena tidak terdaftar di DPT.

KPU juga harus berterimakasih sama semua petugas KPPS yang sudah membantu pelaksanaan pemilu sampai beres. Dari malem sampai malem lagi kerjaan mereka tuh. Tapi kok saya tidak mendengar kata-kata maaf dan terimakasih itu ya?

Yang saya dengar hanyalah pembelaan sepihak, “Tidak ada pemilu yang sempurna” Tutur ketua KPU.

Duh, mo dibawa kemana negeri ini?

→ 2 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: , ,

Puisi Bintang dan Bulan

April 12, 2009 · & Komentar

mengapa awan tidak mau pergi?
mengapa hujan turun lagi malam ini?

harusnya malam ini bintang-bintang terlihat terang
harusnya malam ini bertabur cahaya

mengapa bulan bersembunyi?
mengapa bulan tidak nampak malam ini?

haruskah saya salahkan sang awan?
haruskan saya salahkan hujan?

tidak! kamu salah!

rembulan dan bintang masih ada disana
dan akan kembali memberikan sinarnya
waktulah yang mengatur mereka!

wahai sang waktu…
kembalikan bintang dan bulan itu ke dalam hati ini

→ 2 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai:

Puisi Seekor Pungguk

April 11, 2009 · & Komentar

pungguk

Pungguk merindukan Bulan...

Wahai Sang Malam
Mengapa Rembulan tidak kamu ajak serta?

Rindu hati ini, walau masih sabar menunggu…

→ 2 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: , ,

Menunggu… (sebuah penggalan lirik lagu)

April 10, 2009 · & Komentar

Dan coba lihat apakah jawabnya
Mungkinkah kau temu di sudut malam
Apa yang kau tanya tlah kulakukan
Aku menunggumu… masih menunggu…

(hijau daun – cobalah)

Hati ini (belum) lelah menunggu kamu… halah!

→ 2 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: , ,

Pilih Liburan di Kampung atau Nyontreng?

April 9, 2009 · & Komentar

Tanggal 9 ini kan libur gara-gara pemilu, besoknya tanggal 10 libur nasional juga (wafatnya isa al masih), trus sabtu-minggu libur (utk karyawan pada umumnya).

Jadi buat yang mo ikutan pemilu di kampung cocok banget, milih/nyontreng sambil liburan di kampung. Tapi yang buat yang terdaftar di kota, kayaknya harus memilih. Nyontreng dulu, lalu mudik. Atau sudahlah gak usah nyontreng dulu, langsung mudik saja.

Sepertinya saya akan memilih opsi terakhir, sedikit apatis soal pemilu sekarang dan menikmati liburan yang diberikan gratis oleh pemerintah (dalam rangka acara pemilu). Siap-siap meluncur ke kampung.

Emaaaaaak… anakmu mau pulang!

→ 4 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: ,